PDAM Tirta Bukaka
Skor Risiko Tunggakan
Penilaian risiko tunggakan untuk perusahaan daerah air minum. Tiap sambungan dinilai peluangnya membayar tepat waktu, lalu diurutkan dari yang paling merugikan kalau dibiarkan, jadi penagih tahu siapa yang didatangi lebih dulu.
- Sambungan yang dinilai dan diberi pita risiko, posisi Agustus 2026
- 12.201 sambungan
- Nilai harapan tak tertagih yang menumpuk di pita paling berisiko
- 53%
- Isi pita itu, 9% dari seluruh yang dinilai
- 1.093 sambungan
Panel petugas

Kartu "Harapan tak tertagih" membawa rumusnya sendiri, dan rumus itulah yang menentukan urutan kerja penagihan. Spanduk di bawahnya menyebut sambungan yang belum dinilai beserta tunggakan yang mereka simpan, jadi celah cakupan yang dijelaskan di bagian "Cara angka diukur" terbaca di layar yang sama. Setiap nilai rupiah disamarkan karena angka itu data privasi pelanggan.
Masalah awal
Per 30 Agustus 2026 tunggakan mengendap di 233.513 lembar rekening pada 18.504 sambungan. Tumpukannya lintas puluhan tahun, dan lembar tertua yang masih tercatat belum lunas berasal dari tahun 1982.
Tetapi yang jadi persoalan bukan besarnya, melainkan tidak adanya urutan kerja. Penagih menerima daftar tunggakan tanpa petunjuk mana yang paling merugikan kalau dibiarkan, jadi waktunya terbagi rata ke semua nama. Padahal nilainya tidak rata. Sebagian kecil sambungan memikul sebagian besar kerugiannya, dan dari daftar itu keduanya terlihat sama saja.
Yang kami lakukan
Tiap sambungan dinilai peluangnya membayar tepat waktu, lalu diberi skor 0 sampai 100 dan satu dari lima pita: Sangat Tinggi, Tinggi, Sedang, Rendah, dan Sangat Rendah. Yang dibaca modelnya riwayat ketepatan bayar 12 rekening terakhir dan 3 rekening terakhir, ketepatan dalam tenggang 60 hari, status sambungan, golongan tarif, unit layanan, dan umur sambungan.
Modelnya scorecard, memakai WOE dan regresi logistik. Ada bentuk lain yang sedikit lebih akurat, tetapi bentuk itu tidak bisa menjawab kenapa satu sambungan disebut berisiko. Skor yang tidak bisa dijelaskan tidak akan dipercaya penagih, jadi ketepatannya sengaja ditukar dengan keterbacaan. Tiap sambungan karena itu membawa paling banyak tiga alasan berbahasa Indonesia, misalnya “Tepat waktu hanya 3 dari 12 rekening terakhir”.
Daftar kerjanya tidak diurutkan dari skor. Urutannya dari nilai harapan tak tertagih, yaitu tunggakan dikali peluang tidak lunas. Kalau diurutkan dari skor terburuk, sambungan bertunggakan kecil akan berdiri di atas sambungan yang tunggakannya puluhan kali lipat, cuma karena skornya sedikit lebih rendah. Di situlah waktu penagih habis, dan itu yang diperbaiki.
Besar tunggakan justru sengaja tidak ikut jadi bahan skor. Waktu dicoba, angka itu malah memberi nilai terbaik kepada tunggakan terbesar, kebalikan dari yang dimaksud. Sejak itu bahan yang arahnya terbalik dibuang sendiri saat pelatihan.
Hasil
Hitungan pertama berjalan Agustus 2026, menilai 12.201 sambungan dalam 21 detik. Setelah itu hitungannya berjalan sendiri tiap bulan.
Sebarannya: Sangat Tinggi 1.093 sambungan, Tinggi 3.380, Sedang 2.116, Rendah 2.642, dan Sangat Rendah 2.970.
Jawaban atas pertanyaan siapa yang ditagih lebih dulu ada di baris teratas. 1.093 sambungan di pita paling berisiko, 9 persen dari yang dinilai, memegang 53 persen seluruh nilai harapan tak tertagih. Bahkan 100 sambungan teratas saja sudah memegang hampir seperempatnya.
Daftarnya bisa diunduh lengkap dengan alasan di tiap baris. Penagih berangkat dengan urutan, bukan dengan tumpukan.
Cara angka diukur
Semuanya diambil dari laporan Skor Risiko Tunggakan bernomor ANL-RT/001/VIII/2026 tanggal 30 Agustus 2026, dan angka tunggakannya berposisi tanggal itu. Nilainya bergerak tiap hari, jadi tanggal potongnya ikut ditulis supaya bisa ditelusuri.
Modelnya dilatih pada 363.582 rekening terbitan Juli 2023 sampai Juni 2026, lalu diuji pada 74.208 rekening Januari sampai Juni 2026 yang tidak pernah ikut pelatihan. Hasil ujinya AUC 0,8409 dan KS 0,5421. Keduanya di atas pagar yang ditetapkan sendiri sebelum pelatihan dimulai, yaitu 0,75 dan 0,30, dan kalau pagarnya tidak terlewati pelatihannya berhenti serta modelnya tidak dipakai.
Yang tidak masuk hitungan perlu disebut juga. Skor hanya menilai sambungan yang punya riwayat minimal enam rekening, dan di luar jangkauannya ada 12.497 sambungan, sebagian besar berstatus tutup dan bongkar. Justru di situ tunggakan terbesar mengendap, sekitar dua pertiga dari seluruhnya. Jadi angka 53 persen di atas adalah 53 persen dari nilai harapan pada sambungan yang dinilai, bukan dari seluruh tunggakan.
Nominal rupiahnya sendiri tidak ditulis di sini, baik di teks maupun di gambar, karena angka itu data privasi pelanggan.
Lanjut membaca
Kasus lain

Pemerintah Kota Kotamobagu
SAPA. Sahabat Pajak AI
Asisten AI untuk layanan pajak daerah. Wajib pajak mendapat jawaban soal kewajibannya langsung dari percakapan WhatsApp, tanpa harus datang ke kantor, dari mencetak e-SPPT sampai membayar lewat QRIS.
- Rata-rata menuntaskan satu urusan pajak, dari cek tagihan sampai lunas
- 1 menit 40 detik

Pemerintah Kota Kotamobagu
SAGA
Asisten AI kepegawaian lewat WhatsApp untuk ASN. Pegawai mengurus keperluan kepegawaian langsung dari percakapan, tanpa membuka aplikasi internal: pengajuan cuti, pengecekan pangkat, dan proses lainnya.
- Perkiraan percepatan pengajuan cuti, dari 15 menit jadi 1 menit
- 93% lebih cepat
Ada proses serupa di tempat Anda?
Ceritakan dalam Diskusi 30 menit. Semuanya berangkat dari AI Audit lebih dulu.